Suasana Hangat Warnai Halalbihalal Ikastara Surabaya, Caketum Nomor Urut 1 Paparkan Visi Misi



Surabaya, 19 April 2026 – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai acara Halalbihalal & Silaturahmi Ikastara (Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara) Surabaya yang berlangsung di KUNOKINI Cafe & Resto, Minggu (19/4). Dihadiri sekitar 100 orang alumni beserta keluarga, acara ini menjadi momen reuni sekaligus wadah diskusi serius mengenai masa depan organisasi.

Dalam sambutannya, calon ketua umum (caketum) nomor urut 1, Aditya Syarief, alumni TN-13, memaparkan visi besarnya bertajuk “Ikastara Kita”. Ia mengusung konsep organisasi yang Kolaboratif, Inklusif, Transformatif, dan Akuntabel. Untuk mewujudkan hal tersebut, Aditya menawarkan trilogi misi yang cukup filosofis: Asah (Penguatan Kapasitas), Asih (Kepedulian & Solidaritas), serta Asuh (Regenerasi & Keberlanjutan).

“Kita ingin membangun fondasi yang kuat. Ikastara tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga sehat secara ekosistem. Fondasi itu adalah simpul-simpul Ikastara yang tersebar di berbagai profesi, hobi, dan wilayah, serta optimalisasi Graha Alumni dan Buku Saku 2.0,” tegas Aditya di hadapan para peserta.

Yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan 4 Program Unggulan (Flagship Program) yang ditawarkan oleh Aditya Syarief. Keempat program tersebut dinilai sangat aplikatif dan langsung menyentuh kebutuhan alumni, yaitu:

  1. Graha Alumni
    Program ini bertujuan menyediakan sekretariat Ikastara yang tetap (permanen) dan mudah dijangkau oleh seluruh anggota. “Graha Alumni bukan hanya kantor, melainkan rumah bersama. Tempat yang selalu ada untuk kita singgahi kapan pun,” jelasnya.
  2. Buku Saku 2.0
    Tidak hanya berupa buku digital biasa, Aditya mengembangkan aplikasi mobile (Android & iOS) dengan fitur super app. Fitur-fiturnya meliputi informasi berita alumni, forum interaksi, job opportunity dan magang, katalog event dengan sistem pendaftaran & pembayaran, minimarket Ikastara (jual beli produk/jasa alumni), beasiswa, hingga fitur sponsorship dan donasi. “Co-creation Buku Saku 2.0 sudah kita lakukan pada 4 April 2026. Ini bukan janji, ini sudah dalam proses,” tambahnya.
  3. Belajar Malam
    Sebuah ruang berbagi pengalaman, wawasan, kolaborasi, dan partisipasi berbasis kompetensi antar alumni. Aditya melaporkan bahwa program ini bukanlah wacana belaka, karena dalam 2 bulan terakhir, Belajar Malam sudah berjalan sebanyak 4 kali hingga 15 April 2026.
  4. PesiAR (Pesiar)
    Program field trip sederhana namun bermakna. Tujuannya agar alumni bisa hadir, terhubung secara fisik, dan pulang dengan membawa cerita baru. “Pesiar bukan janji kosong. Dalam 2 bulan terakhir, kita sudah memulainya di Malang, Jogja, dan Semarang,” ujar Aditya disambut tepuk tangan peserta.

Selain visi dan program, Aditya juga memperkenalkan latar belakangnya secara singkat. Lulusan SMA Taruna Nusantara (PKS, TNCC, Teater Tetanus) ini melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan segudang pengalaman organisasi, mulai dari Senator HME Kongres Keluarga Mahasiswa ITB (2009) hingga Manajer Pengembangan Program HME ITB (2007). Ia juga merupakan alumnus Executive Education Harvard Business School untuk program Leading Change and Organizational Renewal. Saat ini ia menikah dengan Lia (TN-15), seorang dokter lulusan FK UI, dan telah dikaruniai dua orang putra.

Acara Halalbihalal yang berlangsung dari siang hingga sore hari itu ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan ramah tamah. Para alumni yang hadir menyambut positif gagasan segar dari caketum nomor urut 1 tersebut. Mereka berharap program-program unggulan seperti Buku Saku 2.0 dan Graha Alumni dapat segera direalisasikan demi kemajuan organisasi serta mempererat tali silaturahmi antar sesama alumni Taruna Nusantara di Surabaya dan sekitarnya.

Suasana kekeluargaan begitu terasa sejak awal acara. Para alumni dari berbagai angkatan tampak antusias saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, serta berbagi cerita setelah lama tidak bertemu. Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk mempererat kembali tali silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *